Thursday, 4 February 2010
mengapa dia begitu spesial?
Dia mungkin bukan orang tertampan
Dia mungkin bukan orang tercantik
Bukan pula karena dia terpopuler
Atau terbanyak harta kekayaannya
Dia bukanlah yang terhebat diantara orang-orang hebat
Juga bukan orang paling romantis seperti impian
Mungkin dia pun bukan yang pertama singgah di hati kita
Tapi dialah yang spesial, yang Allah hadirkan bagi kita
Yang rela membagi hidupnya bersama
Yang siap menangis di kala kita berduka
Yang sanggup tertawa di kala kita bahagia
Yang membawa bahagia saat gundah mendera
Yang ikhlas berpeluh untuk memenuhi kebutuhan kita
Yang rela terjaga saat kita membutuhkan hadirnya
Yang hanya ingin kita lihat saat membuka mata
Yang selalu bersama saat kita mulai menutup mata
Ya hanya dia yang spesial
Walaupun tak jarang hati kita terluka dibuatnya
Namun ruang maaf di hati pun selalu terbuka untuknya
Karena tak akan ada yang sanggup menggantikannya
Menempati bilik cinta di hati kita
Kalaupun dia pergi mendahului menemui Rabbnya
Tetap hanya dia yang menempati jiwa
Yang ingin kita temui kelak di surga...
a letter for my future son
Ananda Ghazi…
Kehadiran nanda di dunia ini sangat kami nantikan.
Kami merindukan kehadiran nanda, tangis nanda, senyum nanda, tatapan mata nanda, riang tawa nanda.
Tapi, bukan untuk itu saja kami berdo’a siang dan malam memohon kepada Allah azza wa Jalla untuk menganugerahkan nanda pada kami, ada asa lain yang kami panjatkan kehadapan Sang Pencipta.. kepada Sang Penentu.. Sang Penggenggam jiwa-jiwa seluruh makhluk di semesta ini.
Dan asa itu tertuang dalam namamu…
Ya, kami merindukan kehadiran seorang pejuang, seorang dermawan, seorang pejuang yang dermawan, seorang pejuang kedermawanan.
Jika nanda bertanya, kenapa harus seorang pejuang?
Abi hanya bisa menjawab, karena nanda hadir dengan perjuangan, hidup untuk berjuang dan semoga saat ajal menjemput pun nanda dalam keadaan bejuang untuk Allah SWT.
Kelak nanda akan mengerti apa arti perjuangan untuk nanda, karena perjuangan itu sendiri akan berbeda untuk semua orang, untukmu, abi, ummi, maupun orang-orang yang akan nanda temui.
Hanya satu hal yang sama…
Bahwa kita berjuang hanya untuk Allah, hanya untuk menggapai ridha Allah
Abi dan ummi mungkin tidak akan selamanya bisa menjaga nanda, dan memang pada hakikatnya yang menjaga nanda adalah Allah, yang merawat nanda adalah Allah, yang membesarkan nanda adalah Allah. Abi dan ummi hanyalah tangan perantara dari kehidupan yang Allah karuniakan kepada nanda. Abi dan ummi hanya berharap ridha Allah akan menjadi milik kami melalui nanda.
Ingatlah selalu pada Allah, karena Allah tidak pernah lupa memperhatikan nanda.
Karena Allah tidak pernah lalai menyayangi nanda.
Cintailah Allah melebihi cinta nanda terhadap apapun di dunia ini, bahkan cinta nanda terhadap abi dan ummi.
Sayangilah ummi…sayangilah ummi…sayangilah ummi…
Karena ummi tidak pernah dan tidak akan pernah absen menyayangi nanda.
Hormatilah ummi, apapun yang terjadi.
Karena kelak nanda akan temukan keagungan dan kehormatan seorang ummi yang menjadi mata air bagi lahirnya segala kebaikan di muka bumi ini.
Harapan abi, semoga kita semua bisa berkumpul kembali di tempat terbaik yang pernah Allah ciptakan untuk manusia, yaitu Al-Jannatu Na’iim… hanya itu harapan abi.
Halmahera, 13 Agustus 2004